Suaranya kering kerontang
Seperti tempias salju ditempa panas
Ada lalu menghilang
Tapi mereka lebih memilih dihilangkan
Jauh disudut kota
Namun nyatanya dimana-mana
Bau mesiu dan tembakan meriam
Serta sumpah serapah
Menumpahkan darah
Jasad suci berselimut asa dalam lara
Menghujam balik bersama pasukan rahasia
Mengapa rahasia?
Sebab hanya mata tanpa jiwa yang sanggup lihat mereka
Hnaya jubah putih dan sorban kemenangan
Setelah berperang hilang dalam kesunyian
Kau tahu asal kehadirannya?
Dari dalam para syuhada
Yang bernyanyi dalam setiap bait doa
Yang harapankan keabadian disurga dan pertahankan masjidil aqsa
Jasad mereka memang mati
Tapi tidak dengan jiwanya
Mereka memang dihabisi
Namun selalu berambisi meraih surgaNya
Karena bagi mereka Tuhan akan selalu ada
meski kau tiada